RSS

Tag Archives: Mengawini Ibu

Selasar

Tiada bau yang melebihi aroma tubuhmu ketika sedang menari di sela jari-jari hujan. Maka tempias hujan kubiarkan begitu saja memecut-mecut tubuhku, berharap bisa membasahi ingatan dan membebaskan kenangan, berharap bisa menatap lekuk-lekuk tubuhmu yang seakan dicipta dan ditatah oleh hujan.

Nukilan dari salah satu kisah dalam “Mengawini Ibu” karya Khrisna Pabichara.

Terbitan Kayla Pustaka, Cetakan I tahun 2010

Salah satu buku yang ada tulisan dan tanda tangan penulis! Ah, aku beruntung. Kumpulan kisah di dalamnya pun sangat sarat makna dengan pilihan kata yang tak biasa. Ah, tulisan Daeng memang sedap!

 
 

Tags: , , , ,