Cinta Semanis Kopi (Draft_Bagian 2)

“Wening … kamu menghilang ke mana?!! Rasanya sudah bertahun-tahun kamu tak singgah kemari.” Rue memelukku erat saat baru saja kumasuki butik Rosemary milik Aoi.

“Memang sudah lama sekali, Rue? Ndak ah, paling-paling baru sebulan,” sahutku sambil membalas pelukannya.

Continue reading

Advertisements

Percakapan Saat Hujan

“Aku biseksual…,” suara bariton itu menghentikan mulutku yang sedari tadi sibuk mengunyah pasta.

Aku mencoba menatap lelaki di hadapanku yang tampak sedikit gelisah. Hm, mungkin dia berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kegelisahannya. Dia tak mencoba tersenyum. Aku hanya melihat gelisah itu dari matanya. Mata itu tak pernah bisa membohongiku meski aku ingin sesekali salah membacanya. Aku berusaha tak bicara, tapi menyeruput pelan kopi latte yang mulai dingin. Kucoba menantikan penjelasannya. Continue reading