Melankolis (2)

Melankolis-plegmatis, aku seperti pernah membacanya.

Ya, aku akan mudah terhanyut saat membaca kisah romantis.

Aku tak kuasa menahan air mata saat menonton film sedih.

Suara piano pun selalu berhasil membuat hatiku terlarat.

Continue reading

Advertisements

Kusudahi

Tanpa angan. Tanpa harap. Tanpa mimpi.

Meski kadang ada euforia membuncah seperti banjir, meski kadang ada nyeri menusuk ingatan tanpa terkendali.

Biarkan seperti apa adanya.

Mengalir saja tanpa harus berpikir arah alirannya, asal tak menghanyutkan siapa pun.

Dan air mata ini biar melesapkan angan tak berujung. Biarkan bumi menerima rerasaku tanpa kata.

Mungkin memang belum waktunya, tapi aku tak mau menunggu.

Jika menunggu, aku hanya akan terlalu tenggelam dalam angan yang tak berujung dan sering tak bermakna.

Aku tahu itu, karena aku ini aku.

Dengan tak menunggu, hadirmu lebih bermakna.

Ah, bukankah itu sudah menjadi harapku?

 

29112017

~vee~