RSS

Category Archives: kegiatan menulis

Mampukah Mengejar Target 100 Pos?

Pertanyaan itu mendengung makin sering apalagi besok sudah 31 Desember 2016. What?! Ya, tak sampai 2 hari lagi sudah pergantian tahun tetapi postinganku belum sampai 90. Hadeh, apa saja sih yang kulakukan? (Perlu dijawabkah?) Rasanya aku sudah menyia-nyiakan kesempatan posting beberapa waktu ini. Read the rest of this entry »

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 30, 2016 in Artikel, just a thought, kegiatan menulis

 

Tags: , , , ,

Cinta Semanis Kopi (Draft_Bagian 2)

“Wening … kamu menghilang ke mana?!! Rasanya sudah bertahun-tahun kamu tak singgah kemari.” Rue memelukku erat saat baru saja kumasuki butik Rosemary milik Aoi.

“Memang sudah lama sekali, Rue? Ndak ah, paling-paling baru sebulan,” sahutku sambil membalas pelukannya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2016 in Fiksi singkat, kegiatan menulis

 

Tags: , , , ,

Cinta Semanis Kopi (Draft)

Serahkan impianmu pada kuasa alam. Kita tak perlu bersikeras menggenggamnya. (Wening)

“Tolong, jangan salahkan aku karena perasaanmu yang menjadi hambar. Bukankah kamu sendiri yang bertanggung jawab atas apa yang kamu rasakan?”

Aku menghela napas panjang dan terdiam. Lanang selalu membalikkan kalimat yang pernah kuucapkan. Selalu dan selalu saja aku hanya diam, menahan diri. Ini sudah kesekian kalinya. Berapa lama lagi kau bertahan, Wening? Belum cukupkah usahamu selama ini? Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , ,

Once Again

Alas, apparently I haven’t posted anything here for … a month! What a waste. How about my aim to have 100 posts at the end of this year? Arghh … am I loosing my commitment here? Ouch, I hope not.

Voila! I posted one poem this morning. I wrote it two months ago. Hopefully after this, I will post another thing later. Again, and again … until I can fulfill the 100 posts target. Please don’t hesitate to give any comment for my post. I will be glad to have your response.

Alright then, let’s enjoy this December!!!

 

Vee

 
Leave a comment

Posted by on December 4, 2016 in just a thought, kegiatan menulis

 

Tags: , , ,

The Keys of the Kingdom_Ringkasan (3)

“Orang China benci pamer. Mereka menyebutnya ti-mien, sedangkan pastor yang melakukan hal itu akan dianggap hina.” (p. 170)

Pada awal 1902, Francis Chisholm tiba di Pai-tan, China. Dia punya pemikiran keliru tentang sambutan, tempat, dan masyarakatnya. Francis tak hanya berurusan dengan budaya yang berbeda, tetapi juga berhadapan dengan masyarakat yang memiliki kecurigaan terhadapnya sebagai pastor Katolik. Namun, Francis tetap ingin lebih akrab dengan orang-orang tersebut bagaimanapun caranya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 12, 2016 in kegiatan menulis, Novel, Summary, Terjemahan

 

Tags: , , , ,

The Keys of the Kingdom_Ringkasan (2)

“Dia menyahut cepat: ‘Tuhan menilai kita tak hanya dari apa yang kita yakini … tetapi apa yang kita lakukan.’” (p. 161)

 

Pada Paskah 1892, Francis menghadapi konflik pertamanya di San Morales. Penyebabnya adalah dia meninggalkan Seminari tanpa izin selama empat hari. Maka, Komite Pemeriksa menuntut penjelasan atas kepergiannya itu. Namun, Francis bersikeras mengatakan bahwa dia hanya berjalan-jalan tanpa tujuan dan maksud tertentu. Pada akhirnya, dia tidak dikeluarkan dari Seminari.

Tugas pastoral pertama Francis Chisholm adalah di Gereja Redeemer, Shalesley. Shalesley merupakan daerah pertambangan batu bara, sementara Pastor Kezer adalah pastor paroki yang berwenang. Konflik muncul di antara Francis dan Pastor Kezer karena mereka memiliki sudut pandang berbeda mengenai umat di sana. Ketika Francis berhasil lebih dekat dengan para umat, Pastor Kezer mengirimi Uskup surat. Kemudian, Francis dikirim ke Tynecastle.

Pastor paroki di Tynecastle adalah Pastor Gerald Fitzgerald. Sementara itu, pastor pembantunya adalah Pastor Mealey dan Pastor Slukas. Francis tentu saja senang karena bisa dekat dengan Aunt Polly. Namun, Francis tetap menghadapi konflik dan kali ini dengan Pastor Fitzgerald. Konflik itu berawal saat mereka menjumpai fenomena sumur Bunda Maria. Kemudian, konflik tersebut berakhir saat mereka mengetahui kebenaran di balik fenomena itu. Beberapa bulan berikutnya, Uskup Macnabb datang. Dia bicara dengan Francis dan menawarkan suatu misi ke China. Tanpa ragu lagi, Francis menerimanya.

~Bersambung~

Akhirnya selesai juga bagian kedua. Aku masih belum yakin untuk istilah seperti curacy dan curate. Pokoknya, setiap masukan yang datang akan kuterima dengan senang hati sebagai pembelajaran untuk terjemahan berikutnya. Terima kasih.

 
Leave a comment

Posted by on September 9, 2016 in Novel, Summary, Terjemahan

 

Tags: , , , ,

The Keys of the Kingdom_Ringkasan (1)

Bagian 1

“Seperti tusukan belati yang menghujam kehangatan hidupnya, muncullah kengerian, suatu penyempitan makna ‘agama’, kebingungan bahwa manusia dapat saling membenci karena memuja Tuhan yang sama tetapi dengan sebutan berbeda.” (p. 17)

 

Francis Chisholm merupakan putra tunggal pasangan Alexander dan Elizabeth Chisholm. Ayahnya hanya seorang nelayan dan bukan penganut Katolik yang fanatik, sedangkan Elizabeth adalah koki dan putri seorang pengkhotbah. Jelaslah mereka berasal dari kelas sosial dan agama yang berbeda. Saat berusia 9 tahun, Francis kehilangan kedua orangtuanya dalam suatu tragedi. Akhirnya, dia harus hidup bersama orangtua mendiang ibunya, keluarga Glennie. Sayangnya, mereka tidak memperlakukan Francis dengan baik.

Setelah beberapa waktu, Francis tak tahan lagi hidup bersama dengan keluarga Glennie. Dia ingin meninggalkan rumah mereka tetapi usahanya gagal. Kemudian, Dr. Tulloch mengirimi Aunt Polly surat yang mengabarkan bahwa Francis sakit. Dr. Tulloch adalah tetangga Francis yang baik hati sementara Polly adalah saudari ipar Elizabeth. Polly pun segera datang dan membawa Francis pergi ke Tynecastle. Sejak saat itu, Francis tinggal bersama keluarga Bannon. Polly memperlakukan Francis dengan begitu baik dan selalu berharap dia akan menjadi seorang pastor suatu hari nanti.

Aunt Polly memiliki seorang putri dari mendiang suaminya. Namanya Nora dan dia bersekolah di lain kota. Ketika studinya selesai, hubungan Nora dan Francis semakin dekat. Francis segera sadar jika sedang jatuh cinta dengan gadis itu. Namun, Ned Glennie dan Polly mengirim Francis ke Seminari Menengah Holywell. Meskipun sudah tinggal di Holywell selama beberapa waktu,  Francis masih belum yakin dengan panggilan hidupnya. Pikirannya dipenuhi Nora.

Kemudian pada suatu musim panas, Polly mengirimi Francis surat yang memintanya untuk tidak pulang saat liburan. Karena kalut dengan pikirannya sendiri, Francis memutuskan untuk pulang. Di Tynecastle, Francis mengetahui bahwa Nora akan menikahi Thaddeus Gilfoyle karena dia sudah melahirkan seorang bayi. Hanya satu hari sebelum pernikahan, Nora pergi ke Whitley Bay bersama Aunt Polly. Namun malang, dia meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan. Rasa kehilangan membuat Francis merasa ditinggalkan. Dia pun berjanji untuk pergi ke Seminari Tinggi San Morales dan menjadi pastor.

Bersambung ke Bagian 2

The Keys of the Kingdom adalah novel karya A.J. Cronin dan pernah difilmkan dengan judul sama serta dibintangi Gregory Peck.

Aku sadar masih perlu banyak belajar saat membuat terjemahan ini, apalagi bagian kutipan. Jadi, aku akan sangat senang jika ada komentar dan saran atau kritikan untuk terjemahanku ini. Terima kasih banyak atas kunjungannya!

 

Tags: , , , ,