RSS

Category Archives: Fiksi singkat

Doa Ibu

Reblog ini sebagai pengingatku …

amongpradipta

Among, maaf Ibu lama tak nulis di sini. Ulang tahunmu baru saja berlalu. Yey, kamu sudah 3 tahun!

Hampir semua ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk anaknya, bukan? Doa agar anaknya selalu sehat dan bahagia, harapan supaya sang anak senantiasa beruntung dan tak mendapatkan kemalangan. Bukankah seharusnya memang seperti itu?

Ya, tadinya Ibu juga ingin selalu mendoakanmu seperti itu. Ibu ingin agar Among selalu sehat dan penuh berkat. Apalagi selain itu? Dengan kesehatan, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Berkat akan memudahkanmu menjalani hari-harimu. Ya, seperti itu.

Akan tetapi, akhir-akhir ini Ibu malah punya pertimbangan lain. Ah, mungkin kau belum bisa paham sekarang tapi semoga seiring bertambahnya usia, kau akan lebih mengerti. Jika tak paham dan ingin tahu, tanyakan ke Ibu langsung ya, Nak?

Hm, tadi Ibu ingin menuliskan apa ya? Kok malah ngelantur. Ah iya, mendoakan yang terbaik. Ibu sadar jika (sebagian besar dari) kita tak bisa meramalkan…

View original post 207 more words

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2016 in Fiksi singkat

 

Cinta Semanis Kopi (Draft_Bagian 2)

“Wening … kamu menghilang ke mana?!! Rasanya sudah bertahun-tahun kamu tak singgah kemari.” Rue memelukku erat saat baru saja kumasuki butik Rosemary milik Aoi.

“Memang sudah lama sekali, Rue? Ndak ah, paling-paling baru sebulan,” sahutku sambil membalas pelukannya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2016 in Fiksi singkat, kegiatan menulis

 

Tags: , , , ,

Cinta Semanis Kopi (Draft)

Serahkan impianmu pada kuasa alam. Kita tak perlu bersikeras menggenggamnya. (Wening)

“Tolong, jangan salahkan aku karena perasaanmu yang menjadi hambar. Bukankah kamu sendiri yang bertanggung jawab atas apa yang kamu rasakan?”

Aku menghela napas panjang dan terdiam. Lanang selalu membalikkan kalimat yang pernah kuucapkan. Selalu dan selalu saja aku hanya diam, menahan diri. Ini sudah kesekian kalinya. Berapa lama lagi kau bertahan, Wening? Belum cukupkah usahamu selama ini? Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , ,

Percakapan Saat Hujan

“Aku biseksual…,” suara bariton itu menghentikan mulutku yang sedari tadi sibuk mengunyah pasta.

Aku mencoba menatap lelaki di hadapanku yang tampak sedikit gelisah. Hm, mungkin dia berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kegelisahannya. Dia tak mencoba tersenyum. Aku hanya melihat gelisah itu dari matanya. Mata itu tak pernah bisa membohongiku meski aku ingin sesekali salah membacanya. Aku berusaha tak bicara, tapi menyeruput pelan kopi latte yang mulai dingin. Kucoba menantikan penjelasannya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on November 1, 2016 in Fiksi singkat

 

Tags: , , , ,

The Keys of the Kingdom_Ringkasan (1)

Bagian 1

“Seperti tusukan belati yang menghujam kehangatan hidupnya, muncullah kengerian, suatu penyempitan makna ‘agama’, kebingungan bahwa manusia dapat saling membenci karena memuja Tuhan yang sama tetapi dengan sebutan berbeda.” (p. 17)

 

Francis Chisholm merupakan putra tunggal pasangan Alexander dan Elizabeth Chisholm. Ayahnya hanya seorang nelayan dan bukan penganut Katolik yang fanatik, sedangkan Elizabeth adalah koki dan putri seorang pengkhotbah. Jelaslah mereka berasal dari kelas sosial dan agama yang berbeda. Saat berusia 9 tahun, Francis kehilangan kedua orangtuanya dalam suatu tragedi. Akhirnya, dia harus hidup bersama orangtua mendiang ibunya, keluarga Glennie. Sayangnya, mereka tidak memperlakukan Francis dengan baik.

Setelah beberapa waktu, Francis tak tahan lagi hidup bersama dengan keluarga Glennie. Dia ingin meninggalkan rumah mereka tetapi usahanya gagal. Kemudian, Dr. Tulloch mengirimi Aunt Polly surat yang mengabarkan bahwa Francis sakit. Dr. Tulloch adalah tetangga Francis yang baik hati sementara Polly adalah saudari ipar Elizabeth. Polly pun segera datang dan membawa Francis pergi ke Tynecastle. Sejak saat itu, Francis tinggal bersama keluarga Bannon. Polly memperlakukan Francis dengan begitu baik dan selalu berharap dia akan menjadi seorang pastor suatu hari nanti.

Aunt Polly memiliki seorang putri dari mendiang suaminya. Namanya Nora dan dia bersekolah di lain kota. Ketika studinya selesai, hubungan Nora dan Francis semakin dekat. Francis segera sadar jika sedang jatuh cinta dengan gadis itu. Namun, Ned Glennie dan Polly mengirim Francis ke Seminari Menengah Holywell. Meskipun sudah tinggal di Holywell selama beberapa waktu,  Francis masih belum yakin dengan panggilan hidupnya. Pikirannya dipenuhi Nora.

Kemudian pada suatu musim panas, Polly mengirimi Francis surat yang memintanya untuk tidak pulang saat liburan. Karena kalut dengan pikirannya sendiri, Francis memutuskan untuk pulang. Di Tynecastle, Francis mengetahui bahwa Nora akan menikahi Thaddeus Gilfoyle karena dia sudah melahirkan seorang bayi. Hanya satu hari sebelum pernikahan, Nora pergi ke Whitley Bay bersama Aunt Polly. Namun malang, dia meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan. Rasa kehilangan membuat Francis merasa ditinggalkan. Dia pun berjanji untuk pergi ke Seminari Tinggi San Morales dan menjadi pastor.

Bersambung ke Bagian 2

The Keys of the Kingdom adalah novel karya A.J. Cronin dan pernah difilmkan dengan judul sama serta dibintangi Gregory Peck.

Aku sadar masih perlu banyak belajar saat membuat terjemahan ini, apalagi bagian kutipan. Jadi, aku akan sangat senang jika ada komentar dan saran atau kritikan untuk terjemahanku ini. Terima kasih banyak atas kunjungannya!

 

Tags: , , , ,

Memutus Lingkar Kekerasan, Memeluk Damai

Kurasa tulisan Mbak Rahayu ini pas sekali untuk kita renungkan saat Hari Anak Nasional kali ini. Hm, mungkin ada kesan aku malas menulis artikel sendiri, tak apalah. Selamat membaca dan merenungkannya!

 
Leave a comment

Posted by on July 8, 2016 in Fiksi singkat

 

Sebuah Prolog

“Vee….”

“Puan… Kita harus mulai dari awal lagi. Tidak apa, kan?” Aku bertanya hati-hati.

Ada sedikit rasa bersalah karena sudah terlalu lama Puan menunggu, menunggu untuk bercerita. Cerita tentang kisah lama, sangat lama.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2016 in Fiksi singkat, sekadar berbagi

 

Tags: , ,