Melankolis (2)

Melankolis-plegmatis, aku seperti pernah membacanya.

Ya, aku akan mudah terhanyut saat membaca kisah romantis.

Aku tak kuasa menahan air mata saat menonton film sedih.

Suara piano pun selalu berhasil membuat hatiku terlarat.

‘Dasar kekanakan’, ‘Kamu kan sudah dewasa!’, ‘Jangan seperti anak kecil!’

Bukankah kalian akan berkata seperti itu?

Seakan bebas berekspresi hanya milik anak-anak.

Orang dewasa tak boleh gampang menangis.

 

Usiaku tak kanak-kanak lagi, meski rambut belum semua beruban.

Namun, aku tak mampu menahan emosiku.

Aku hanya pandai memainkan peranku.

Ah, aku mulai terbiasa menangis diam-diam.

 

10 Februari 2018

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s