RSS

Selasar

30 Dec

Tiada bau yang melebihi aroma tubuhmu ketika sedang menari di sela jari-jari hujan. Maka tempias hujan kubiarkan begitu saja memecut-mecut tubuhku, berharap bisa membasahi ingatan dan membebaskan kenangan, berharap bisa menatap lekuk-lekuk tubuhmu yang seakan dicipta dan ditatah oleh hujan.

Nukilan dari salah satu kisah dalam “Mengawini Ibu” karya Khrisna Pabichara.

Terbitan Kayla Pustaka, Cetakan I tahun 2010

Salah satu buku yang ada tulisan dan tanda tangan penulis! Ah, aku beruntung. Kumpulan kisah di dalamnya pun sangat sarat makna dengan pilihan kata yang tak biasa. Ah, tulisan Daeng memang sedap!

Advertisements
 
 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: