Unreal

Credit belongs to the owner

Credit belongs to the owner

Maybe I’m the only fiction here,

wandering around without any fear.

0r maybe I just don’t know what to fear,

cause your presence is always near.

Continue reading

Advertisements

Doa Ibu

Reblog ini sebagai pengingatku …

amongpradipta

Among, maaf Ibu lama tak nulis di sini. Ulang tahunmu baru saja berlalu. Yey, kamu sudah 3 tahun!

Hampir semua ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk anaknya, bukan? Doa agar anaknya selalu sehat dan bahagia, harapan supaya sang anak senantiasa beruntung dan tak mendapatkan kemalangan. Bukankah seharusnya memang seperti itu?

Ya, tadinya Ibu juga ingin selalu mendoakanmu seperti itu. Ibu ingin agar Among selalu sehat dan penuh berkat. Apalagi selain itu? Dengan kesehatan, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Berkat akan memudahkanmu menjalani hari-harimu. Ya, seperti itu.

Akan tetapi, akhir-akhir ini Ibu malah punya pertimbangan lain. Ah, mungkin kau belum bisa paham sekarang tapi semoga seiring bertambahnya usia, kau akan lebih mengerti. Jika tak paham dan ingin tahu, tanyakan ke Ibu langsung ya, Nak?

Hm, tadi Ibu ingin menuliskan apa ya? Kok malah ngelantur. Ah iya, mendoakan yang terbaik. Ibu sadar jika (sebagian besar dari) kita tak bisa meramalkan…

View original post 207 more words

Mampukah Mengejar Target 100 Pos?

Pertanyaan itu mendengung makin sering apalagi besok sudah 31 Desember 2016. What?! Ya, tak sampai 2 hari lagi sudah pergantian tahun tetapi postinganku belum sampai 90. Hadeh, apa saja sih yang kulakukan? (Perlu dijawabkah?) Rasanya aku sudah menyia-nyiakan kesempatan posting beberapa waktu ini. Continue reading

Selasar

Tiada bau yang melebihi aroma tubuhmu ketika sedang menari di sela jari-jari hujan. Maka tempias hujan kubiarkan begitu saja memecut-mecut tubuhku, berharap bisa membasahi ingatan dan membebaskan kenangan, berharap bisa menatap lekuk-lekuk tubuhmu yang seakan dicipta dan ditatah oleh hujan.

Nukilan dari salah satu kisah dalam “Mengawini Ibu” karya Khrisna Pabichara.

Terbitan Kayla Pustaka, Cetakan I tahun 2010

Salah satu buku yang ada tulisan dan tanda tangan penulis! Ah, aku beruntung. Kumpulan kisah di dalamnya pun sangat sarat makna dengan pilihan kata yang tak biasa. Ah, tulisan Daeng memang sedap!

Cinta Semanis Kopi (Draft)

Serahkan impianmu pada kuasa alam. Kita tak perlu bersikeras menggenggamnya. (Wening)

“Tolong, jangan salahkan aku karena perasaanmu yang menjadi hambar. Bukankah kamu sendiri yang bertanggung jawab atas apa yang kamu rasakan?”

Aku menghela napas panjang dan terdiam. Lanang selalu membalikkan kalimat yang pernah kuucapkan. Selalu dan selalu saja aku hanya diam, menahan diri. Ini sudah kesekian kalinya. Berapa lama lagi kau bertahan, Wening? Belum cukupkah usahamu selama ini? Continue reading