RSS

The Keys of the Kingdom_Ringkasan (3)

12 Sep

“Orang China benci pamer. Mereka menyebutnya ti-mien, sedangkan pastor yang melakukan hal itu akan dianggap hina.” (p. 170)

Pada awal 1902, Francis Chisholm tiba di Pai-tan, China. Dia punya pemikiran keliru tentang sambutan, tempat, dan masyarakatnya. Francis tak hanya berurusan dengan budaya yang berbeda, tetapi juga berhadapan dengan masyarakat yang memiliki kecurigaan terhadapnya sebagai pastor Katolik. Namun, Francis tetap ingin lebih akrab dengan orang-orang tersebut bagaimanapun caranya.

Di tempat baru ini, Francis berjuang membangun perutusan baru. Dia hanya bekerja sendirian selama beberapa tahun sampai akhirnya tiga Suster datang membantu. Mereka adalah Suster Kepala Maria-Veronica, Suster Clotilde, dan Suster Martha. Tanpa bisa dihindari, Francis berkonflik dengan Suster Kepala karena perbedaan sudut pandang. Selain itu, Francis punya konflik dengan Jenderal Wai Naian yang ingin menguasai Pai-tan. Bahkan dia pun menjadi pincang karena siksaan Wai. Konflik lain pun muncul antara Francis dan pasangan Fiske yang membawa ajaran Methodist dari Amerika.

Saat paling menyentuh adalah ketika Francis kehilangan sahabatnya, Dr. Willie Tulloch, dalam perlawanan terhadap serangan wabah. Sungguh, di China Francis mengalami banyak hal sehingga dia makin dekat dengan Tuhan dan makin bijaksana pula. Tentu saja dia belajar lebih banyak tentang toleransi.

Pada suatu hari, Francis dipanggil pulang. Dia meminta kepada Bishop Anselm Mealey sebuah paroki di Tynecastle. Anselm mengabulkan permohonan itu. Beberapa tahun kemudian, Anselm mengirimkan Monsignor Sleeth ke Tynecastle dengan tujuan meminta Francis agar pensiun, tetapi penolakan adalah jawabannya. Father Francis Chisholm masih ingin bekerja untuk para umatnya.

-Tamat-

 

Catatan:

Akhirnya selesai juga. Setiap komentar akan saya terima dengan senang hati. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca di sini!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 12, 2016 in kegiatan menulis, Novel, Summary, Terjemahan

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: