RSS

Jatuh Cinta Itu Manusiawi

24 Jun

“Apa kau percaya jika Yesus jatuh cinta pada Maria Magdalena?” Eh, kurang lebih seperti itu pertanyaan seorang teman lama. Maafkan kelemahan ingatanku, sudah sangat lama. Aku ingat sempat bengong karena bingung untuk menjawab. Aku ingat jawabanku kalau pengetahuanku tentang Kitab Suci tak seberapa, aku juga bukan orang religius. Aih, tadi aku sangat ingin menulis tentang hal ini tapi kenapa sekarang aku malah lupa detilnya…. *sigh*

Percakapan itu masih membekas sampai kini. Kalau tak salah, percakapan itu terjadi saat buku dan film Da Vinci Code sedang meledak dan menuai pro-kontra juga. Aku tak begitu ingat awal mula obrolan kami, tapi pertanyaan darinyalah yang membuatku termenung. Hm, mungkin bengong lebih tepat karena aku tak tahu harus menjawab apa. Menurut ingatanku yang tak begitu bagus, temanku tadi bilang jika jatuh cinta itu masalah hati, perasaan…manusiawi.

Yesus pun manusia biasa, bukan? Ya, terlepas dari kita yang mengimaninya sebagai Tuhan Yesus. Aku hanya mengangguk-angguk saat itu, belum begitu paham maksudnya. Ah, ternyata butuh bertahun-tahun dan banyak peristiwa sampai aku bisa mengerti maksud ucapannya saat itu. Kalau tak salah ingat, aku juga pernah menulis tentang ‘mereka hanya manusia biasa’ di FB. Tulisan tentang mereka yang awalnya memilih hidup selibat, tapi dalam perjalanan pilihan itu berubah. Siapalah aku hingga berhak menilai mereka dan pillihan yang mereka buat….

Percakapan lama itu susah diingat kembali

Foto Dok.Pri.

Sebenarnya, apa sih yang ingin kubagi di sini? Hm, kata-kata temanku yang cukup menohok dan membekas sampai sekarang kurang lebih seperti ini: jatuh cinta itu masalah hati yang kadang tak bisa dihindari, tapi yang paling penting adalah cara kita menyikapinya. Teman, andai aku bisa memastikan ingatanku ini denganmu.

Sudahlah, intinya memang seperti itu. Dulu aku cuma mengangguk-angguk tanpa bisa berargumen. Namun, banyak peristiwa yang kulihat dan kualami membuktikan ucapan teman tadi. Oiya, ingatan ini juga terpantik setelah membaca tulisan Mbak Anjar tentang novelnya di sini. Hiks, sayang aku belum punya kesempatan membaca novel itu.

Novel-novel yang kubaca untuk tugas kuliah pun tanpa kusadari bertema seperti itu. Misionaris yang bergumul dengan pilihannya, ada tokoh yang tetap melanjutkan misinya dan ada tokoh yang akhirnya memilih untuk mengubah pilihan hidupnya. Saat itu aku hanya melihatnya sebagai cerita novel semata, tapi tak kusangka akan melihatnya di sekitarku pula. Pilihan hidup itu sangat personal, bukan? Sebagai orang luar kita kadang hanya bisa menyayangkan pilihan itu tanpa tahu betapa sulitnya seseorang membuat keputusan itu.

Ilustrasi dari internet

Ilustrasi dari internet

Kalau nonton sinetron atau film roman, kebanyakan cerita tentang jatuh cinta dan menjadi pengalaman tak terlupakan, cinta pertama lalu pacaran lalu menikah……. Wah, apa dunia nyata seperti itu ya? Entah. Namun, aku mengalami jatuh cinta tak hanya sekali. Ada yang mengendap lama (lirik misua), ada yang sekadar numpang lewat (inget masa sekulah). Apa jika sudah punya pacar atau pasangan hidup, kita tak boleh jatuh cinta lagi? Aih, bukankah temanku tadi bilang jika jatuh cinta itu masalah hati? Menurutku, hati tak bisa diatur-atur.

Kita kadang tak sadar sudah jatuh cinta pada seseorang, tapi hal terpenting adalah sikap kita. Apa kita akan menurutkan rasa itu? (Kok kalimatku kayak lirik lagu saja.) Atau, kita hanya cukupkan sampai di suatu titik tanpa niat yang lain? Pilihan subyektif yang kembali ke diri kita masing-masing. Setuju atau tidak, tulis di bagian komentar ya.

 

vee

Juni 2016

Advertisements
 

Tags: , , , ,

4 responses to “Jatuh Cinta Itu Manusiawi

  1. Mei_writes

    June 24, 2016 at 3:24 pm

    Iya dong betulan soal hati dan gak bisa banget disuruh berhenti meski udah mati-matian dipaksa stopmencintai. Iya setuju tergantung kita bagaimana menyikapi. Menjadikan itu momen berkarya bagiku juga cukup bijaksana. Iya gak sih? 🙂

    Like

     
    • veeanuma

      June 25, 2016 at 12:51 am

      Iya pake banget! Hehehe. Temanku dulu bilang, mungkin Yesus memang jatuh cinta tapiii kita kan bisa lihat sekarang apa sikap yang dipilih oleh Dia. Saya pun hanya manggut-manggut belum paham.

      Like

       
      • Mei_writes

        June 27, 2016 at 9:52 am

        manggut-manggut tapi belum paham, vi? hmmm….ikut manggut2 hehehehe

        Like

         
      • veeanuma

        June 27, 2016 at 2:39 pm

        Lah, itu manggut-manggutnya sudah zaman doeloe. Hahaha.

        Like

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: