RSS

Sebuah Prolog

18 Jun

“Vee….”

“Puan… Kita harus mulai dari awal lagi. Tidak apa, kan?” Aku bertanya hati-hati.

Ada sedikit rasa bersalah karena sudah terlalu lama Puan menunggu, menunggu untuk bercerita. Cerita tentang kisah lama, sangat lama.

Puan menyeruput kopi late-nya sebelum menjawabku. “Kau tahu aku selalu setia menantimu.”

Kami terdiam beberapa saat. Suara lirih Puan yang memecah kesunyian.

“Aku tak bisa mengatakannya, jadi aku ingin menuliskannya. Tapi, ternyata aku pun tak bisa menuliskannya…,” Puan mencoba tersenyum, “maka aku memintamu untuk menuliskannya. Kau bisa membungkusnya dengan rapi, bukan?”

“Aku merasa tersanjung, Puan…. Bagaimana jika aku tak bisa menuliskannya dengan baik?”

Puan menggeleng, “Bukan hakku untuk menilai, Vee. Cukup bagiku jika kau menuliskannya.”

Aku terdiam, rasa langut menyergap lidahku.

“Mungkin ini juga caraku mengucapkan selamat tinggal… pada dia, mereka, kenangan itu. Bukan, mungkin bukan perpisahan…aku ingin berdamai.”

Puan menatapku dalam, bahkan teramat dalam sampai-sampai tanganku bergetar. Kenapa rasanya begitu berat? Perempuan di hadapanku ini sudah begitu lama menyimpan luka untuk disembuhkan. Aku tak yakin kalimat-kalimat dariku akan menyembuhkan luka itu. Namun, setidaknya aku ingin mencoba menyatukan rerasa yang terpecah dan bahkan yang tersembunyi. Aku pun sangat penasaran dengan perempuan ini. Aku ingin melihat perubahannya. Apakah dia menjadi lebih kuat kini, atau malah merapuh?

“Vee?” sentuhan Puan menyadarkanku.

“Ya? Maaf, aku malah melamun.” Aku menyesap teh yang aroma pekatnya lebih kuat.

“Terima kasih sebelumnya, karena kau sudah bersedia menuliskannya.”

“Ah, aku tak bisa melakukannya sendiri. Tentu aku akan sangat butuh bantuanmu, Puan.” Kucoba menggenggam tangannya. Dingin, sedingin embun di awal hari.

“Kita akan melakukannya pelan-pelan, Puan. Kau dan aku.”

Kami tersenyum. Aroma roti tawar pandan menyeruak dari dapur kafe Uma. Kami menghela napas bersamaan, berusaha saling meyakinkan diri bahwa kami bisa melakukannya sekarang.

 

Vee

Awal Mei 2016

a4e39d1d1e607dc05e468cff29d0c4f5

Foto dari internet

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2016 in Fiksi singkat, sekadar berbagi

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: