4PMD

textgram_1459440312

Ah, tema tantangan bulan ini memang giliranku, tapi aku malah tak sempat menulis apa pun. Padahal, idenya muncul sejak akhir bulan lalu. Ya sudahlah, semoga aku bisa menuliskan tema ini lebih panjang pada kesempatan lain. Pohon, Kupu, Burung Kecil… terima kasih untuk semangat dan inspirasi kalian! Jangan berhenti menulis, ya!

Love,

Capung

~Update:

Baca juga tulisan keren punya Mei di sini, sedangkan tulisan menyentuh milik Mbak Win di sini.

Advertisements

Dan… Aku Masih Gila

Mereka bilang aku gila. Ya, mereka tidak hanya mengatakannya secara sembunyi-sembunyi. Oh, bahkan saat aku sedang di antara mereka, ucapan itu akan mereka lontarkan langsung kepadaku. Aku marah? Dulu, iya. Namun sekarang, aku tertawa saja.

“Kau ini gila, ya?”

“Itu bukan hanya aneh, tapi tak waras!”

“Jangan kau coba tularkan kegilaanmu itu pada kami! Kami masih waras!”

Aku tak tahu siapa yang aneh, aku atau mereka? Aku dikatai gila padahal aku hanya mengatakan apa yang kutahu. Aku tak mengucapkan kebohongan. Bukankah itu bagus? Entah. Yang pasti, mereka mengatakan aku sudah gila.

Continue reading

Jangan Semua Terjadi Bersamaan

Suka sekali cara Mei menuliskan semua ini ….

BuktiCinta

image

Kupu hinggap di satu pohon. Ia menghela napas panjang. Sepanjang perjalanan ia terus bergumam, “Jangan semua terjadi bersamaan. Kumohon…” Namun berapa kalipun ia bergumam, hatinya tetap perih dan beberapa kejadian telah membuatnya berpikir, seandainya sehari saja kepalaku bisa dilepas dan kupasang lagi esok hari.

Itu gila. Tentu saja itu tidak bisa, sebab hidup pasti berpikir dan berpikir adalah satu-satunya hal yang sedang tak ingin kupu lakukan.

Pohon menggeliat, kupu tersadar dari lamunan. “Kau di sini rupanya?”

Kupu menatap mata pohon. “Maaf, aku mengganggu istirahatmu, ya?”

“Tidak. Bukan itu. Hanya saja kukira burung kecil yang hinggap. Apa yang kaubawa sampai beratmu sama dengan burung kecil?”

Kupu menunduk, mengamati dirinya sendiri. “Tak ada apapun yang kubawa. Hanya kertas dan pena.”

“Tak mungkin dirimu, kertas dan pena seberat ini.” pohon mengamati dahan-dahan dan dedaunnya. Hanya ada serangga seperti biasa dan sisa sarang burung yang sudah ditinggalkan.

“Aku tahu maksudmu. Aku membawa banyak hal…

View original post 340 more words