RSS

Puisi Lama Memanggil

08 Dec

Malam ini akhirnya bisa kerja tengah malam mengejar deadline terjemahan. Tak lupa kudengarkan lagu dengan headphone pinjaman. Harapanku sih bisa kerja lebih cepat dan kantuk tak segera lekat. Berhasil? Oh, tentu saja tidak! Aku malah asyik berseluncur di komunitas maya yang baru, lalu menengok blog lama yang tak bisa kuisi lagi dan … menemukan berderet puisi lama. Ya, ya, tak terelakkan lagi ingatan menghampiri. Ingatan saat menulis beberapa puisi itu. Melarat? Untungnya tidak, bukankah deadline masih berdengung keras?

Bolak-balik dari blok ke komunitas maya, aku malah kepikiran untuk menerjemahkan puisi lama itu. Ah ya, komunitas itu mengharuskan anggotanya menggunakan bahasa Inggris meski dalam bahasa tulis. Nah, aku ingin mengasah kumpulan kosakataku di situ. Karena gatal ingin menerbitkan bahan diskusi tapi kumpulan kata berbentuk puisi dalam bahasa Inggris tak kunjung muncul, mengapa tidak menerjemahkan saja?

Ide yang tak biasa atau terlalu biasa? Atau malah karena aku malas membuat yang baru? Sudahlah, tak perlu memusingkan hal itu.  Akhirnya, aku menyalin rekat beberapa puisi yang kuanggap ‘cukup panjang’ untuk diterjemahkan. Pergantian hari baru saja terjadi dan deadline terjemahan masih jauh dari jangkauan, tapi ada sepercik semangat di hati. Tak apa, bukan? Biarkan kujadikan percikan kecil itu pemantik energi yang tak berkesudahan untuk sisa hari ini.

Mencium Kupu-Kupu

Aku ingin mencium kupu-kupu
Mencoba menyesap madu di bibirnya
Maniskah? Atau malah hambar?
Aku ingin tahu

Aku ingin mencium kupu-kupu
Mungkin hanya ciuman kilat
Namun mungkin juga hanya kecupan ringan
Seringan helai sayapnya

Aku ingin mencium kupu-kupu
Merasakan rapuh sentuhannya
Sesaat pun tak mengapa
Memuaskan dahaga ingin tahuku

Aku ingin mencium kupu-kupu
Aku ingin terbang bersamanya
Menikmati hangatnya cakrawala
Meski hanya di ujung senja

Puisi lama ini yang membuatku ingin menerjemahkan puisi lama. Hm, mungkin aku bisa menjadikannya proyek kecil akhir tahun. Mengapa tidak? Baiklah, saatnya aku kembali menekuni kalimat-kalimat bermakna eksplisit yang sejenak kuabaikan. Toh, aku takkan menentukan deadline terjemahan puisi lama ini. Nikmati saja!

08122005

LostFile_jpg_572876344

Gambar dari internet

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on December 8, 2015 in kegiatan menulis, sekadar berbagi

 

Tags: , , ,

2 responses to “Puisi Lama Memanggil

  1. Mei_writes

    December 8, 2015 at 3:48 pm

    Deadline hati juga ya? Kwkwkwkw

    Like

     
    • veeanuma

      December 9, 2015 at 5:39 am

      Whoaa, sepertinya demikian. Heuheu ….

      Like

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: