RSS

Difabel atau Disabel?

02 Nov

Istilah difabel itu untuk semua cacat ya?” Demikian pertanyaan seorang teman pada suatu perbincangan di dunia maya. Ah, sebenarnya sejak kapan aku mendengar kata itu? Seingatku ya Panji Pergiwaksono mengatakannya saat pertunjukan tunggalnya ditayangkan ulang di tivi. Panji mengatakan difabel/diffable itu different ability. Jadi, alih-alih mengatakan disabel yang merupakan serapan dari disability atau ketidakmampuan, kita menyebut difabel untuk mereka yang ‘berbeda’ dari kita. Hm, kita mungkin perlu benar-benar merenungkannya.

Namun, aku mengamini alias menyetujui pemikiran atau sudut pandang yang disampaikan Panji. Iya, dulu kita jamak mengatakan tuna netra, tuna daksa, orang cacat, dan semacamnya. Sebutan seperti itu membuat kita memandang mereka yang berbeda itu memiliki kekurangan, patut dikasihani, dan periu dibantu untuk melakukan segala sesuatu. Benarkah demikian? Ah, aku bukan orang dalam kapasitas menilai benar atau salah karena ini sangat subyektif. Aku hanya ingin menyampaikan sudut pandang yang berbeda tentang istilah difabel.

Selanjutnya, aku mengutip bebas apa yang disampaikan Panji di acaranya. Para difabel adalah mereka yang memiliki kemampuan berbeda dengan kita. Mungkin mereka tidak bisa melihat dengan mata seperti kita, tetapi mungkin mereka memiliki kelebihan lain yang kita tidak punya. Nah, kalau itu memang benar menurutku. Kita sebaiknya melihat dari berbagai sisi sebelum memberikan penilaian atau komentar tentang para difabel. Bagaimana dengan mereka yang menderita cacat mental, Down Syndrome, atau keterbelakangan mental? Apakah mereka pun termasuk difabel? Wah, pertanyaan ini sungguh tidak berani kujawab dengan kepastian tanpa referensi yang cukup.

Karena benar-benar penasaran dan ingin menambah ‘amunisi’ untuk menulis tentang ini, aku coba berselancar di internet. Aih, ternyata Wikipedia bahasa Indonesia sudah mencantumkan istilah itu!

“Difabel, disabilitas, atau ketidakmampuan diri dapat bersifat fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional, perkembangan atau beberapa kombinasi dari ini.”

Wikipedia pun memaparkan jenis-jenis disabilitas. Whua, sebenarnya dengan membaca rincian di Wikipedia ini saja, kita sudah bisa menangkap makna difabel. Namun, semua kembali kepada diri masing-masing. Sekarang pertanyaannya adalah: apakah kau lebih suka menggunakan istilah disabel atau difabel?

03 November 2015

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on November 2, 2015 in just a thought, sekadar berbagi

 

Tags: ,

2 responses to “Difabel atau Disabel?

  1. dynapoeticdancer

    November 3, 2015 at 8:21 am

    Yaaaayy….you did it!

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: